Pages

Kamis, 18 Agustus 2016

Pengalamatan Jaringan IP Hirarkikal

Pengalamatan Jaringan IP Hirarkikal

Oleh: Andi Maulana Y

       
A.    Pengertian IP Address
IP Address adalah alamat yang diberikan untuk jaringan komputer yang menggunakan protokol TCP IP. terdiri dari 32 bit angka biner yang dapat dituliskan menjadi 4 kelompok bilangan decimal yang dipisahkan dengan tanda titik (mujiono)

B.     IP Address versi 4 (IPv4)
IP versi 4(IPv4) adalah sebuah jenis pengalamatan jaringan yang digunakan di dalam protokol jaringan TCP/IP dengan protokol IP versi 4. Panjang totalnya adalah 32-bit, dan secara teoritis dapat mengalamati hingga 4 miliar host komputer di seluruh dunia. Contoh alamat IP versi 4 adalah 192.168.0.3. Namun IPv4 ini sudah mulai habis pemakaiannya sehingga tercipta IP versi 6 namun belum begitu dipakai karena IPv4 sendiri belum habis di pakai. (eziekim, 2011)

Karakteristik IP Address versi 4 :
- IP versi 4 terdiri dari 32 bit
- IP versi 4 terdiri dari 4 oktet (oktet pertama yang paling kiri dan oktet keempat yang paling kanan)
- 1 Oktet terdiri dari 8 bit
- Salah satu oktet menjadi NetID dan
- Salah satunya lagi menjadi HostID


Kelas
Oktet Pertama (Dalam bilangan Desimal)
A
1-127
B
128-191
C
192-223
D
224-239
E
240-254

(Kelas IP Address versi 4 dalam Jaringan Komputer)

Kelas A

Alamat-alamat kelas A diberikan untuk jaringan skala besar. Nomor urut bit tertinggi di dalam alamat IP kelas A selalu diset dengan nilai 0 (nol). Tujuh bit berikutnya—untuk melengkapi oktet pertama—akan membuat sebuah network identifier. 24 bit sisanya (atau tiga oktet terakhir) merepresentasikan host identifier. Ini mengizinkan kelas A memiliki hingga 126 jaringan, dan 16,777,214 host tiap jaringannya. Alamat dengan oktet awal 127 tidak diizinkan, karena digunakan untuk mekanisme Interprocess Comunication (IPC) di dalam mesin yang bersangkutan.

Kelas B

Alamat-alamat kelas B dikhususkan untuk jaringan skala menengah hingga skala besar. Dua bit pertama di dalam oktet pertama alamat IP kelas B selalu diset ke bilangan biner 10. 14 bit berikutnya (untuk melengkapi dua oktet pertama), akan membuat sebuah network identifier. 16 bit sisanya (dua oktet terakhir) merepresentasikan host identifier. Kelas B dapat memiliki 16,384 network, dan 65,534 host untuk setiap network-nya.

Kelas C

Alamat IP kelas C digunakan untuk jaringan berskala kecil. Tiga bit pertama di dalam oktet pertama alamat kelas C selalu diset ke nilai biner 110. 21 bit selanjutnya (untuk melengkapi tiga oktet pertama) akan membentuk sebuahnetwork identifier. 8 bit sisanya (sebagai oktet terakhir) akan merepresentasikan host identifier. Ini memungkinkan pembuatan total 2,097,152 buah network, dan 254 host untuk setiap network-nya.

Kelas D

Alamat IP kelas D disediakan hanya untuk alamat-alamat IP multicast, sehingga berbeda dengan tiga kelas di atas. Empat bit pertama di dalam IP kelas D selalu diset ke bilangan biner 1110. 28 bit sisanya digunakan sebagai alamat yang dapat digunakan untuk mengenali host. Untuk lebih jelas mengenal alamat ini, lihat pada bagian Alamat MulticastIPv4.

Kelas E

Alamat IP kelas E disediakan sebagai alamat yang bersifat “eksperimental” atau percobaan dan dicadangkan untuk digunakan pada masa depan. Empat bit pertama selalu diset kepada bilangan biner 1111. 28 bit sisanya digunakan sebagai alamat yang dapat digunakan untuk mengenali host.
(Komputer, 2013 )
C.     IP Addres Versi 6 (IPV6)
IPv6 ini merupakan perkembangan dari IPv4 yang dapat menyediakan lebih banyak IP address karena IPv6 ini panjangnya adalah 128 bit tidak seperti IPv4 yang panjangnya hanya 32 bit saja. selain itu, masih banyak kelebihan lain dari IPv6 ini bila dibandingkan dengan IPv4.  (Dwiyankuntoko)

  KEUNGGULAN IP V6 ADALAH
Ø  Otomatisasi setting (statelesss less auto configuration).
Ø  Stetting otomatis stateless
Ø  setting ototmatis stateful (luoman, 2012)
Ø  Jumlah IP Address yang sangat banyak
Ø  Autoconfiguration
Ø   Security
Ø  Quality of Service (Dwiyankuntoko)

      D.     Perbedaan antara IPv4 dengan IPv6
                              IPv4
                              IPv6
Panjang alamat 32 bit.
Panjang alamat 128 bit.
Konfigurasi secara manual atau DHCP
Bisa menggunakan address autoconfiguration
Dukungan terhadap IPsec Opsional
Dukungan terhadap IPsec Dibutuhkan
Checksum termasuk pada Header
Checksum tidak masuk dalam Header
Menggunakan ARP Request secara broadcast untuk  menterjemahkan alamat IPv4 ke alamat link-layer
ARP Request diganti oleh Neighbor Solitcitation secara multicast
Untuk Mengelola grup pada subnet lokal digunakan Internet Group Management protocol (IGMP)
IGMP telah digantikan fungsinya oleh Multicast Listener Discovery (MLD)
Fragmentasi dilakukan oleh pengirim dan ada router, menurunkan kinerja router
Fragmentasi dilakukan hanya oleh pengirim
Tidak mensyaratkan ukuran paket pada link-layer dan harus bisa menyusun kembali paket berukuran 576 byte.
Paket Link Layer harus mendukung ukuran paket 1280 byte dan harus bisa menyusun kembali paket berukuran 1500 byte
(Ngeblog)

E.     Supernetting
Supernetting adalah menggabungkan beberapa  network menjadi supernetwork. Hal ini biasanya dilakukan oleh kelas C yang membutuhkan host yang lebih besar lagi. Masking untuk Supernetting dinamakan Supernet mask. (PENGERTIAN SUBNETTING DAN SUPERNETTING)

Subnetting adalah suatu proses untuk memecah suatu jaringan IP jaringan ke Sub Jaringan yang lebih kecil atau juga dapat diartikan sebagai metode yang dilakukan untuk membagi blok setiap alamat IP address menjadi beberapa blok IP address. (Fadhil)

Daftar Pustaka


Dwiyankuntoko, A. (n.d.). ilmukomputer. Retrieved from http://ilmukomputer.org/wp-content/uploads/2013/07/ipv6.pdf
eziekim. (2011, juni 1). eziekim's blog. Retrieved from eziekim.wordpress: https://eziekim.wordpress.com/2011/06/01/mengenal-ip-address-versi-4-ipv4/
Fadhil. (n.d.). Pengertian Subnetting. Retrieved from Fadhil 18: http://fadhil18.blogspot.co.id/2015/08/pengertian-subnetting.html
Kelas IP Address versi 4 dalam Jaringan Komputer. (n.d.). Retrieved from Tutorial Belajar Komputer: http://tutorial-kompiuter.blogspot.co.id/2013/12/kelas-ip-address-versi-4-dalam-jaringan-komputer.html
Komputer, I. (2013 , April 18). Artikel Pengenalan IP Address versi 4 dan versi 6. Retrieved from AGAN ANGGA: https://aganangga.wordpress.com/2013/04/18/artikel-pengenalan-ip-address-versi-4-dan-versi-6/
luoman. (2012, April Rabu). KEUNGGULAN IP V4 DAN IP V6. Retrieved from TKJ: http://faisalkom.blogspot.co.id/2012/04/keunggulan-ip-v4-dan-ip-v6.html
mujiono. (n.d.). Tutorial Kompuetr. Retrieved from teorikomputer.com: http://www.teorikomputer.com/2012/08/pengertian-ip-address.html
Ngeblog. (n.d.). Retrieved from Perbedaan IPv4 dengan IPv6, Kelebihan dan Keuntungan Menggunakan IPv6: http://tipnya.blogspot.co.id/2013/01/perbedaan-ipv4-dengan-ipv6-kelebihan.html
PENGERTIAN SUBNETTING DAN SUPERNETTING. (n.d.). Retrieved from A Plain Blog: http://jnaephy.blogspot.co.id/2012/01/subnetting-dan-supernetting.html


 Biografi
Nama    : Andi Maulana Y
Sekolah : SMK Islam 1 Blitar
Hobby   : Sepak Bola dan Jogging
Motto    : Diatas Langit Masih Ada Langit


Tidak ada komentar:

Posting Komentar