Konsep Pengalamatan Jaringan Hirarkikal
Oleh : Andi Maulana Y
Pengalamatan jaringan merupakan suatu metode
pengalamatan IP yang bertujuan untuk mengatur alamat suatu komputer yang
terhubung dalam jaringan global maupun lokal. Pengalamatan
IP berupa alamat yang terdiri dari 32-bit yang dibagi menjadi 4 oktet yang
masing masing berukuran 8-bit. Sebuah alamat IP dapat dibagi dua bagian
dengan menggunakan subnet mask yakni metode yang digunakan untuk membagi alamat
IP dalam jaringan menjadi kelompok-kelompok tertentu. (dunia)
A. Skema Hierarki
Pengalamatan IP
3 kelompok hierarki
dalam pengalamatan IP (ada 5 sebenarnya)
1. Class A :
0.0.0.0 s/d 127.255.255.255
2. Class B :
128.0.0.0 s/d 191.255.255.255
3. Class C :
192.0.0.0 s/d 223.255.255.255
4. Class D :
224.0.0.0 s/d 239.255.255.255
5. Class E :
240.0.0.0 s/d 255.255.255.255 (Rahman, 2010)
a. Kelas A
Alamat-alamat kelas A diberikan untuk jaringan skala besar. Nomor
urut bit tertinggi di dalam alamat IP kelas A selalu diset dengan nilai 0
(nol). Tujuh bit berikutnya—untuk melengkapi oktet pertama—akan membuat sebuah
network identifier. 24 bit sisanya (atau tiga oktet terakhir) merepresentasikan
host identifier. Ini mengizinkan kelas A memiliki hingga 126 jaringan, dan
16,777,214 host tiap jaringannya. Alamat dengan oktet awal 127 tidak diizinkan,
karena digunakan untuk mekanisme Interprocess Communication (IPC) di dalam
mesin yang bersangkutan
b. Kelas B
Alamat-alamat kelas B dikhususkan untuk jaringan skala menengah
hingga skala besar. Dua bit pertama di dalam oktet pertama alamat IP kelas B
selalu diset ke bilangan biner 10. 14 bit berikutnya akan membuat sebuah
network identifier. 16 bit sisanya (dua oktet terakhir) merepresentasikan host
identifier. Kelas B dapat memiliki 16,384 network, dan 65,534 host untuk setiap
network-nya.
c. Kelas C
Alamat IP kelas C
digunakan untuk jaringan berskala kecil. Tiga bit pertama di dalam oktet
pertama alamat kelas C selalu diset ke nilai biner 110. 21 bit selanjutnya akan
membentuk sebuah network identifier. 8 bit sisanya akan merepresentasikan host
identifier. Ini memungkinkan pembuatan total 2,097,152 buah network, dan 254
host untuk setiap network-nya.
d. Kelas D
Alamat IP kelas D disediakan hanya untuk alamat-alamat IP
multicast, Empat bit pertama di dalam IP kelas D selalu diset ke bilangan biner
1110. 28 bit sisanya digunakan sebagai alamat yang dapat digunakan untuk
mengenali host.
e. Kelas E
Alamat IP kelas E disediakan sebagai alamat yang bersifat
"eksperimental" atau percobaan dan dicadangkan untuk digunakan pada
masa depan. Empat bit pertama selalu diset kepada bilangan biner 1111. 28 bit
sisanya digunakan sebagai alamat yang dapat digunakan untuk mengenali host.
(tkjgeek)
B.
Pengertian Subneting
Subnetting adalah suatu proses untuk memecah suatu jaringan IP jaringan
ke Sub Jaringan yang lebih kecil atau juga dapat diartikan sebagai metode yang
dilakukan untuk membagi blok setiap alamat IP address menjadi beberapa blok IP
address. (Fadhil)
Subnetting
adalah cara membagi satu jaringan menjadi beberapa sub jaringan. Beberapa bit
dari bagian Host ID dialokasikan menjadi bit tambahan pada bagian NetID. Cara
ini menciptakan sejumlah NetID tambahan dan mengurangi jumlah maksimum host
yang ada dalam tiap jaringan tersebut (hanafi)
Daftar
Pustaka
dunia,
k. (n.d.). Teknik Komputer Jaringan. Retrieved from
kitabertigamulu:
http://kitabertigamulu.blogspot.co.id/2015/11/konsep-pengalamatan-jaringan.html
Rahman,
M. ( 2010, May 8). Skema Hierarki Pengalamatan IP . Retrieved
from belajarcomputernetwork:
https://belajarcomputernetwork.com/2010/05/08/skema-hierarki-pengalamatan-ip/
tkjgeek.
(n.d.). Pengalamatan Jaringan IP Hirarkikal . Retrieved from
tkjgeek.blogspot: http://tkjgeek.blogspot.co.id/2015/11/pengalamatan-jaringan-ip-hirarkikal.html
Fadhil. (n.d.). Pengertian Subnetting.
Retrieved from fadhil18:
http://fadhil18.blogspot.co.id/2015/08/pengertian-subnetting.html
hanafi. (n.d.). SUBNETTING . Retrieved from
hanafi29: https://hanafi29.files.wordpress.com/2010/09/subnetting.pdf
Biografi
Sekolah : SMK Islam 1
Blitar
Hobby : Sepak Bola dan Jogging
Motto : Janganlah merasa paling pandai agar tidak salah arah, dan jangan suka berbuat curang agar tidak celaka

Tidak ada komentar:
Posting Komentar