Pages

Rabu, 02 November 2016

Rancang Bangun Jaringan

Protocol routing OSPF
Oleh: Andi Maulan Y



       A.    Operasi protocol rute link-state
 Protokol routing link-state tidak menggunakan update periodik. Setelah jaringan konvergen, update link-state hanya dikirim ketika ada perubahan topologi.
Protokol Link-state protokol bekerja terbaik dalam situasi sebagai berikut:
a)      Desain jaringan hirarkis, biasanya terjadi pada jaringan yang besar.
b)      Administrator memiliki pengetahuan yang baik untuk menerapkan protokol routing link-state.
c)      Kecepatan konvergensi jaringan sangat penting.
(bertus, 2012)

      B.    Tetangga dan batasan dekat OSPF
Router OSPF mempunyai sebuah mekanisme untuk dapat menemukan router tetangganya dan dapat membuka hubungan. Mekanisme tersebut disebut dengan istilah Hello protocol. Dalam membentuk hubungan dengan tetangganya, router OSPF akan mengirimkan sebuah paket berukuran kecil secara periodik ke dalam jaringan atau ke sebuah perangkat yang terhubung langsung dengannya. Paket kecil tersebut dinamai dengan istilah Hello packet. Hello packet pada umumnya dikirim dengan menggunakan multicast address untuk menuju ke semua router yang menjalankan OSPF (Govandap, 2015)

      C.    Wilayah/area OSPF
      OSPF memiliki beberapa tipe area diantaranya:
         a)      Bakcbone - Area 0 (Area ID 0.0.0.0) -> Bertanggung jawab mendistribusikan informasi routing antara non-backbone area. Semua sub-Area HARUS terhubung dengan backbone secara logikal.
       b)      Standart/Default Area -> Merupakan sub-Area dari Area 0. Area ini menerima LSA intra-area dan inter-area dar ABR yang terhubung dengan area 0 (Backbone area).
      c)      Stub Area -> Area yang paling "ujung". Area ini tidak menerima advertise external route (digantikan default area).
      d)     Not So Stubby Area -> Stub Area yang tidak menerima external route (digantikan default route) dari area lain tetapi masih bisa mendapatkan external route dari router yang masih dalam 1 area.
 (mikrotik)

      D.    Konfigurasi autentikasi OSPF
     Routing protokol dapat di proteksi dengan menggunakan password, tidak terkecuali OSPF. Jika OSPF di konfigurasi menggunaka, OSPF akan mengecek setiappaketOSPFyang diterima. Jika pada authentication dilakukan dengan menggunakan  pada OSPFauthentication lebih mudah untuk dikonfigurasikan (gns3, 2014)
       OSPF memiliki 3 tabel di dalam router :
      1.      Routing table biasa juga disebut sebagai Forwarding database. Database ini berisi the lowest cost untuk mencapai router-router/network-network lainnya. Setiap router mempunyai Routing table yang berbeda-beda.
     2.      Adjecency database, Database ini berisi semua router tetangganya. Setiap router mempunyai Adjecency database yang berbeda-beda.
   3.      Topological database, Database ini berisi seluruh informasi tentang router yang berada dalam satu networknya/areanya.
(arif, 2013)


Bisa Download Disini

Daftar Pustaka


arif, i. (2013, 11 1). OSPF (Open Shortest Path First). Retrieved november 3, 2016, from Santekno: https://santekno.blogspot.co.id/2013/01/ospf-open-shortest-path-first.html
bertus, h. (2012, april 06). Operasi Protokol Link-state – Pengantar Protokol Routing Dinamis. Retrieved november 1, 2016, from Heribertus Yulianton Official Blog: http://heri.staff.unisbank.ac.id/2012/04/06/operasi-protokol-link-state-pengantar-protokol-routing-dinamis/
gns3, l. (2014, januari). Konfigurasi autentikasi OSPF. Retrieved november 3, 2016, from belajar cisco: http://cisco-journey.blogspot.co.id/2014/01/konfigurasi-ospf-authentication.html
Govandap. (2015, januari 12). TETANGGA DAN BATASAN OSPF. Retrieved november 1, 2016, from JOOPRO!: https://joopro.wordpress.com/2015/12/01/tetangga-dan-batasan-ospf/
mikrotik. (n.d.). Konfigurasi Dasar OSPF. Retrieved november 1, 2016, from welcom to mikrotik indonesia: http://mikrotik.co.id/artikel_lihat.php?id=154



Tidak ada komentar:

Posting Komentar