Protocol
routing OSPF
A.
Operasi protocol rute link-state
Protokol routing link-state tidak menggunakan update
periodik. Setelah jaringan konvergen, update link-state hanya dikirim ketika
ada perubahan topologi.
Protokol Link-state protokol bekerja
terbaik dalam situasi sebagai berikut:
a) Desain jaringan hirarkis, biasanya
terjadi pada jaringan yang besar.
b) Administrator memiliki pengetahuan
yang baik untuk menerapkan protokol routing link-state.
c) Kecepatan konvergensi jaringan
sangat penting.
B.
Tetangga dan batasan dekat OSPF
Router OSPF mempunyai sebuah mekanisme untuk dapat menemukan
router tetangganya dan dapat membuka hubungan. Mekanisme tersebut disebut
dengan istilah Hello protocol. Dalam membentuk hubungan dengan tetangganya,
router OSPF akan mengirimkan sebuah paket berukuran kecil secara periodik ke
dalam jaringan atau ke sebuah perangkat yang terhubung langsung dengannya.
Paket kecil tersebut dinamai dengan istilah Hello packet. Hello packet pada
umumnya dikirim dengan menggunakan multicast address untuk menuju ke semua
router yang menjalankan OSPF (Govandap, 2015)
C.
Wilayah/area OSPF
OSPF memiliki beberapa tipe area
diantaranya:
a)
Bakcbone - Area 0 (Area ID 0.0.0.0) -> Bertanggung jawab
mendistribusikan informasi routing antara non-backbone area. Semua sub-Area
HARUS terhubung dengan backbone secara logikal.
b)
Standart/Default Area -> Merupakan sub-Area dari Area
0. Area ini menerima LSA intra-area dan inter-area dar ABR yang terhubung
dengan area 0 (Backbone area).
c)
Stub Area -> Area yang paling "ujung". Area ini
tidak menerima advertise external route (digantikan default area).
d)
Not So Stubby Area -> Stub Area yang tidak menerima external route
(digantikan default route) dari area lain tetapi masih bisa mendapatkan
external route dari router yang masih dalam 1 area.
(mikrotik)
D.
Konfigurasi
autentikasi OSPF
Routing
protokol dapat di proteksi dengan menggunakan password, tidak terkecuali OSPF.
Jika OSPF di konfigurasi menggunaka, OSPF akan mengecek setiappaketOSPFyang diterima.
Jika pada authentication dilakukan dengan menggunakan pada OSPFauthentication lebih mudah untuk
dikonfigurasikan (gns3, 2014)
OSPF
memiliki 3 tabel di dalam router :
1.
Routing table biasa juga disebut sebagai
Forwarding database. Database ini berisi the lowest cost untuk mencapai
router-router/network-network lainnya. Setiap router mempunyai Routing table
yang berbeda-beda.
2.
Adjecency database, Database ini berisi semua router
tetangganya. Setiap router mempunyai Adjecency database yang berbeda-beda.
3.
Topological database, Database ini berisi seluruh
informasi tentang router yang berada dalam satu networknya/areanya.
Bisa Download Disini
Daftar Pustaka
arif, i. (2013, 11 1). OSPF (Open Shortest Path
First). Retrieved november 3, 2016, from Santekno:
https://santekno.blogspot.co.id/2013/01/ospf-open-shortest-path-first.html
bertus, h. (2012, april 06). Operasi Protokol
Link-state – Pengantar Protokol Routing Dinamis. Retrieved november 1,
2016, from Heribertus Yulianton Official Blog:
http://heri.staff.unisbank.ac.id/2012/04/06/operasi-protokol-link-state-pengantar-protokol-routing-dinamis/
gns3, l. (2014, januari). Konfigurasi autentikasi
OSPF. Retrieved november 3, 2016, from belajar cisco:
http://cisco-journey.blogspot.co.id/2014/01/konfigurasi-ospf-authentication.html
Govandap. (2015, januari 12). TETANGGA DAN
BATASAN OSPF. Retrieved november 1, 2016, from JOOPRO!:
https://joopro.wordpress.com/2015/12/01/tetangga-dan-batasan-ospf/
mikrotik. (n.d.). Konfigurasi Dasar OSPF.
Retrieved november 1, 2016, from welcom to mikrotik indonesia:
http://mikrotik.co.id/artikel_lihat.php?id=154

Tidak ada komentar:
Posting Komentar